Sejarah Desa Keliki

07 September 2022
Administrator
Dibaca 326 Kali
Sejarah Desa Keliki

Sebagaimana dimaklumi adanya suatu nama desa dapat diyakini mempunyai suatu latar belakang atau sejarah terhadap berdirinya suatu desa, sehingga nama tersebut dipakai. Namun untuk mengungkap sejarah Desa Keliki secara pasti belum bisa dipastikan, karena belum adanya lontar yang bisa menjadikan patokan dalam menyusun sejarah Desa Keliki.

Sejarah Desa Keliki adalah tidak banyak tertuang di prasasti ataupun Babad kono, akan tetapi dapat di tulis sejarah desa dari beberapa Lontar dan juga cerita orang – orang yang bias dipertanggungjawabkan ceritanya, Konon’ Pada Zaman perjalanan Maha Resi Markandya ke Bali, ada daratan yang membentang dari Desa Taro ke Campuan Ubud yang diapit Sungai Wos, salah satu daratan yang dilalui dari Pura Campuhan Ubud menuju Taro adalah sangat mirip dengan semut hitam dan di beri nama Bangkiang Sidem, dari tempat itu Resi Markandya kembali melakukan perjalanan kearah Utara dan menemukan tempat yang penuh dengan Hutan belantara, dan di hutan tersebut di bangun Pura Jemeng di daerah Sebali atau Desa Yadnya.

Hutan yang dilalui banyak sekali tumbuhan pepohinan salah satu pohon yang memancarkan sinar adalah pohon jarak dan diberi nama Pejarakan, dan saat ini tempat itu disebut Keliki, di tempat ini beliau membuat suatu pertanda tentang perjalanan beliau dengan sebuah batu yang sampai saat ini masih disucikan oleh Masyarakat setempat dan disebut  Ratu Lingsir yang ada di antara Desa Kelusa dan Desa Keliki sekarang. Pada Zaman Kerajaan Menguwi ditunjuklah Pasek Aan yang dikenal dengan nama Pasek batu Melumut memimpin Masyarakat Pejarakan, dan membangun infrastruktur seperti Pemerintahan, Subak dan sebagainya. Seperti Subak Tain kambingyang ada seperti sekarang.

Pada Zaman Kerajaan ini sering terjadi beberapa perluasan Daerah termasuk kerajaan Gianyar, sedangkan Desa Pejarakan pada saat itu diserang oleh Raja Gianyar dengan pemimpin pasukan I Dewa Kelikiyang dibantu Desa lain di Tegallalang, Seperti Pejengaji, Gagah dan lainnya sehingga pasukan Mengwi di Pejarakan dapat dikalahkan, dan tempat I Dewa Keliki menyusun kekuatan disebut Pura Indra Kila dan Desa Pejarakan di rubah namannya sesuai sesuai dengan yang mengalahkan yaitu Dewa Keliki sekitar Tahun 1678, dan sampai sekarang Desa itu disebut Desa Keliki.